0 Comments

Orang mempercayai data karena sifatnya yang objektif, andal—selama ukuran sampelnya cukup besar—terukur, dapat diverifikasi, presisi, dan minim bias pribadi. Di tengah banjir informasi dan klaim yang saling bertabrakan, data menjadi penengah yang paling bisa diandalkan. Ketika sebuah brand ingin menyampaikan pesan, data adalah fondasi yang membuat pesan itu berdiri kokoh alih-alih sekadar menjadi opini yang mudah dipatahkan.

Haruskah brand Anda bersandar pada data?

Menurut Consensus, mesin riset berbasis AI (Artificial Intelligence) , firasat atau hunch bersifat subjektif dan sering kali tidak memiliki alasan yang jelas. Ambiguitas semacam ini dapat berujung pada kesalahan interpretasi dan berkurangnya kepercayaan. Pernahkah Anda mencoba menjelaskan sebuah firasat yang murni berdasarkan intuisi? Rasanya nyaris mustahil meyakinkan orang lain tanpa bukti yang konkret.

Ketika kita membuat klaim dalam rilis media atau artikel thought leadership, klaim tersebut harus didukung oleh data—dan data memungkinkan kita melakukan hal itu. Proses ini kerap melibatkan upaya menemukan data unik yang spesifik bagi bisnis dan sektor suatu brand, yaitu data primer yang biasanya tidak dimiliki oleh media. Di sinilah nilai lebih sebuah brand muncul: data yang tidak bisa diperoleh wartawan dari sumber publik justru menjadi amunisi terbaik untuk menarik perhatian.

Data juga mampu mengungkap tren yang sedang berkembang, yang merupakan bahan ideal untuk news hook atau kail berita. Namun perlu diingat, sesuatu yang sudah menjadi tren selama dua tahun bukanlah berita. Kunci relevansi data terletak pada ketepatan waktunya; data yang segar dan belum banyak diekspos jauh lebih menarik bagi media ketimbang angka yang sudah basi.

Media kelas atas sangat antusias melibatkan data yang disajikan dengan baik dan dibarengi narasi yang bermakna. Angka tanpa cerita hanyalah deretan statistik, tetapi data yang dirangkai dalam sebuah alur naratif bisa menjadi kisah yang menggugah. Dengan data, brand dapat memposisikan diri sebagai thought leader—pemimpin pemikiran di bidangnya. Ini adalah “menerawang bola kristal” tanpa hocus-pocus, tanpa pemikiran mistis, dan tanpa menarik-narik sentimen dari ruang hampa.

Data dan mesin kami

Kami akan menjelaskan mengapa dan bagaimana kami memanfaatkan data orisinal, menyaringnya untuk menemukan wawasan yang memperkuat konten, serta bagaimana hal ini menguntungkan klien kami dalam membangun thought leadership mereka. Pendekatan berbasis bukti kami mungkin tampak rumit—memang begitu, karena telah diasah oleh pendiri kami sejak tahun 2018. Kami mengikuti proses yang telah disempurnakan dan bermitra dengan perusahaan analitik data eksternal untuk menggunakan keahlian ini secara efektif.

Hal ini berarti SEQARA Communications, sebuah agensi PR yang mernaungi Reasense yang berkantor pusat di Jakarta, juga berfungsi sebagai pusat kekuatan riset (research powerhouse) bagi brand. Tim SEQARA Communications terdiri dari staf dengan beragam pengalaman jurnalistik dan PR, termasuk latar belakang akademik yang beragam. Kombinasi ini memungkinkannya melihat data tidak hanya dari kacamata komunikasi, tetapi juga dari sudut pandang keilmuan yang lebih dalam.

Mengembangkan riset primer memang sudah ada dalam DNA kami—begini cara kami melakukannya.

Pendekatan ganda kami terhadap data

Kami bekerja dengan dua jenis data ketika mengembangkan strategi konten media kami:

  • Retrospektif: data tentang perilaku pembelian pelanggan atau perilaku pengguna, dan
  • Perkiraan (forecast): survei yang menangkap sikap pelanggan dan niat perilaku mereka di masa depan.

Pendekatan ini memungkinkan Anda memanfaatkan data yang sudah ada untuk memperkuat posisi brand sekaligus mengantisipasi tren yang akan datang. Data retrospektif memberi gambaran tentang apa yang telah terjadi, sementara forecast membuka jendela ke arah mana pasar akan bergerak. Keduanya saling melengkapi dan membentuk fondasi strategi konten yang utuh.

Jika Anda tidak yakin tentang apa yang mungkin menarik minat media dari data Anda, di situlah peran kami. Kami bermitra dengan brand untuk membuat brief, membantu klien menemukan data yang relevan yang kemudian kami ubah menjadi format yang mudah dibaca. Tidak semua data layak menjadi berita; kami membantu memilah mana yang berbobot, mana yang sekadar pelengkap.

Untuk memastikan konten kami orisinal, kami melakukan audit terhadap media untuk memeriksa apakah sudut pandang (angle) media yang ingin kami gunakan belum pernah dibuat sebelumnya. Langkah ini penting agar rilis media atau artikel thought leadership yang kami hasilkan tidak sekadar mengulang apa yang sudah beredar, melainkan benar-benar menghadirkan kebaruan bagi wartawan dan pembaca.

Anda mungkin khawatir data pelanggan Anda sensitif terhadap pasar dan lebih memilih melindunginya dari pesaing. Namun tenang saja, klien kami tidak mengungkap data mentah atau jumlah pelanggan, melainkan sekadar pergerakan persentase yang mendukung klaim mereka dalam rilis media. Dengan cara ini, brand tetap menjaga kerahasiaan data internalnya sambil tetap mampu menyajikan bukti yang meyakinkan kepada publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts