Riset adalah proses menguji sebuah hipotesis untuk menghasilkan penemuan. Dalam praktiknya, hampir setiap bidang pekerjaan melibatkan riset dalam satu atau lain bentuk. Akuntan meneliti riwayat dan dokumen keuangan klien untuk memahami kondisi finansial mereka, sementara data scientist melakukan riset untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pencarian akan pengetahuan selalu berkaitan erat dengan objek yang diteliti, yaitu upaya merekonstruksi fakta-fakta yang dapat memberikan penjelasan atas suatu peristiwa yang diamati dan pada awalnya tampak sebagai sebuah masalah. Adalah sifat manusiawi untuk mencari jawaban dan memuaskan rasa ingin tahu kita.
Pengertian Riset
Riset adalah penyelidikan terhadap suatu topik atau gagasan untuk menemukan informasi baru. Tidak ada definisi riset yang bersifat menyeluruh karena riset merupakan pendekatan yang sangat beragam dalam menghasilkan penemuan. Sebagai contoh, riset bisa sesederhana mencari jawaban atas pertanyaan yang jawabannya sebenarnya sudah diketahui, seperti membaca sebuah artikel untuk memahami mengapa langit berwarna biru.
Riset juga bisa jauh lebih luas, yaitu berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah diajukan sebelumnya. Sebagai contoh, banyak riset mencari cara untuk memperdalam pemahaman kolektif kita tentang fenomena sosial, fisik, dan biologis. Selain memperluas pengetahuan umat manusia, riset juga menjadi alat yang sangat berguna bagi bisnis dan individu untuk mempelajari hal-hal baru.
Mengapa Riset Itu Penting?
Sebagian riset bertujuan untuk mengungkap informasi yang bersifat terobosan, sementara riset lainnya menjadi fondasi yang memungkinkan pengembangan lebih lanjut. Sebagai contoh, Tony Gilbert dari Masonic Medical Research Institute (MMRI) menyebutkan bahwa Dr. Gordon K. Moe, salah satu pendiri sekaligus direktur riset di MMRI, memimpin studi awal tentang irama jantung dan aritmia.
Gilbert mencatat bahwa riset tersebut “memungkinkan para ilmuwan dan inovator lain untuk mengembangkan penemuan seperti alat pacu jantung (pacemaker) dan defibrillator (AED). Jadi, meskipun Dr. Moe tidak menemukan pacemaker atau AED, riset dasar yang dihasilkan di laboratorium MMRI turut membantu mewujudkan perangkat-perangkat tersebut, dan ini berpotensi memberi manfaat bagi jutaan orang.”

Tentu saja, tidak semua peneliti berburu inovasi medis dan obat untuk penyakit. Faktanya, sebagian besar perusahaan, terlepas dari industri atau tujuannya, menggunakan riset setiap hari. “Akses terhadap informasi terkini memungkinkan Anda membuat keputusan yang tepat untuk membantu bisnis Anda sukses,” ujar Andrew Pickett, pengacara di Andrew Pickett Law, PLLC.
Riset adalah pertimbangan yang cermat terhadap suatu kajian mengenai permasalahan atau problem riset tertentu dengan menggunakan metode ilmiah. Menurut sosiolog Amerika Earl Robert Babbie, “riset adalah penyelidikan sistematis untuk mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi, dan mengendalikan fenomena yang diamati. Riset melibatkan metode induktif dan deduktif.”
Metode induktif menganalisis peristiwa yang diamati, sementara metode deduktif memverifikasi peristiwa yang diamati tersebut. Pendekatan induktif berkaitan dengan riset kualitatif, sedangkan metode deduktif lebih umum dikaitkan dengan analisis kuantitatif.
Tujuan Dilakukannya Riset
Riset dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain:
- Mengidentifikasi pelanggan potensial dan pelanggan baru
- Memahami pelanggan yang sudah ada
- Menetapkan tujuan yang pragmatis
- Mengembangkan strategi pasar yang produktif
- Mengatasi tantangan bisnis
- Menyusun rencana perluasan bisnis
- Mengidentifikasi peluang bisnis baru
Karakteristik Riset yang Baik
Agar dapat disebut baik, sebuah riset sebaiknya memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Memiliki pendekatan sistematis. Riset yang baik mengikuti pendekatan sistematis untuk menangkap data yang akurat. Peneliti perlu menerapkan etika dan kode etik saat melakukan observasi atau menarik kesimpulan.
- Berlandaskan penalaran logis. Analisis didasarkan pada penalaran logis dan melibatkan metode induktif maupun deduktif.
- Menggunakan data dan observasi aktual. Data dan pengetahuan yang real-time berasal dari pengamatan nyata di lingkungan alami.
- Melakukan analisis mendalam. Terdapat analisis mendalam terhadap seluruh data yang dikumpulkan sehingga tidak ada anomali yang terkait dengannya.
- Membuka jalan bagi pertanyaan baru. Riset menciptakan jalur untuk menghasilkan pertanyaan-pertanyaan baru. Data yang sudah ada membantu menciptakan lebih banyak peluang riset.
- Bersifat analitis. Riset menggunakan seluruh data yang tersedia sehingga tidak ada ambiguitas dalam penarikan kesimpulan.
- Mengutamakan akurasi. Akurasi merupakan salah satu aspek paling krusial dalam riset. Informasi harus akurat dan benar. Sebagai contoh, laboratorium menyediakan lingkungan yang terkendali untuk mengumpulkan data. Akurasi diukur dari instrumen yang digunakan, kalibrasi instrumen atau alat, serta hasil akhir eksperimen.
Melalui pemahaman akan pengertian, tujuan, dan karakteristik di atas, riset dapat dipahami bukan sekadar kegiatan mencari informasi, melainkan sebuah proses sistematis yang menjadi fondasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengambilan keputusan yang tepat di berbagai bidang kehidupan.
Sumber:
- www.theforage.com
- www.questionpro.com
