Riset pasar adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data tentang pasar sasaran untuk memahami preferensi konsumen serta keputusan pembelian mereka. Perusahaan dapat memanfaatkan informasi ini untuk menyusun strategi bisnis yang lebih baik, misalnya menentukan produk atau layanan apa yang perlu dikembangkan, bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi pasar yang berbeda, atau faktor apa saja yang dapat memengaruhi permintaan.
Pentingnya riset pasar semakin terasa ketika sebuah perusahaan beroperasi secara global atau sedang berusaha memasuki pasar baru. Hal ini wajar, karena budaya dan geografi dapat memberikan dampak besar terhadap perilaku konsumen. Agar berhasil, Anda perlu memahami nuansa setiap pasar dan menyesuaikan produk serta strategi pemasaran dengan tepat.

Riset Pasar vs Riset Pemasaran
Tidak jarang istilah “riset pasar” (market research) dan “riset pemasaran” (marketing research) digunakan secara bergantian, padahal keduanya merujuk pada hal yang berbeda.
Riset pasar adalah kategori luas yang mencakup semua jenis pengumpulan dan analisis data terkait pasar sasaran. Tujuannya adalah memahami pasar secara menyeluruh, termasuk kebutuhan konsumen dan dinamika persaingan.
Sementara itu, riset pemasaran lebih spesifik. Riset ini mengacu pada proses pengumpulan dan analisis data untuk menilai serta mengidentifikasi elemen-elemen bauran pemasaran yang terus berubah, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi.
Sebagai contoh, jika Anda ingin meluncurkan produk baru di pasar Spanyol, langkah pertama adalah melakukan riset pasar untuk menilai apakah ada permintaan terhadap produk tersebut, berapa besar ukuran pasarnya, apa tren pasar yang sedang berlangsung, dan bagaimana gambaran persaingannya.
Setelah informasi tersebut diperoleh, Anda dapat melanjutkan ke riset pemasaran untuk pengujian konsep dan menentukan cara memasarkan produk, saluran distribusi apa yang akan digunakan, serta jenis kampanye pemasaran seperti apa yang paling efektif.
Meski berbeda, keduanya memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya bisa menggunakan sumber data dan metode yang sama, dan batas di antara keduanya terkadang menjadi kabur. Pada akhirnya, tujuan keduanya sama: menghasilkan wawasan yang dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
Mengapa Riset Pasar Itu Penting?
Ada banyak alasan mengapa riset pasar itu penting, tetapi yang paling utama adalah karena riset pasar membantu Anda mengurangi risiko. Ketika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang pasar sasaran dan apa yang mereka inginkan, kemungkinan besar Anda akan terhindar dari kesalahan yang merugikan.
Dalam konteks globalisasi, riset pasar dapat membantu Anda menilai potensi pasar baru dan membuat keputusan yang tepat tentang ke mana sumber daya harus dialokasikan. Riset pasar juga membantu Anda menyusun strategi untuk memasuki pasar baru, seperti mengidentifikasi saluran pemasaran dan distribusi yang paling efektif.
Ketika Anda memperluas bisnis ke pasar baru dengan berlandaskan riset pasar, Anda akan lebih mungkin untuk:
- Mengembangkan produk dan layanan yang sukses: Dengan memahami kebutuhan pelanggan, Anda dapat mengembangkan produk dan layanan yang benar-benar ingin mereka beli.
- Meningkatkan penjualan: Dengan memahami kebiasaan belanja, titik masalah, dan motivasi pasar sasaran, Anda dapat menyusun kampanye pemasaran yang lebih berpeluang diterima dan menghasilkan penjualan.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan: Jika Anda tahu apa yang diinginkan pelanggan, Anda bisa memberikannya kepada mereka, sehingga menghasilkan pelanggan yang lebih puas dan cenderung terus berbisnis dengan Anda.
- Mengurangi biaya dengan menghindari upaya ganda: Intelijen pasar memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya secara strategis dan tepat sejak awal. Misalnya, Anda dapat menghindari pengeluaran untuk penerjemahan konvensional pada kampanye pemasaran yang justru memerlukan adaptasi kreatif agar efektif di pasar baru.
- Melakukan lokalisasi dengan tepat: Strategi lokalisasi yang baik adalah kunci keberhasilan di pasar baru mana pun. Namun, tanpa intelijen pasar, sulit mengetahui cara menyesuaikan produk dan materi pemasaran untuk budaya baru. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak menyadari bahwa warna tertentu memiliki konotasi berbeda di budaya yang berbeda, atau bahwa konten video memberikan tingkat pengembalian investasi lebih tinggi di satu pasar tetapi tidak di pasar lainnya.
Berbekal asumsi semata dapat membawa hasil yang kurang optimal — dan hal ini terutama berlaku saat memasuki pasar baru. Ketika sistem hukum, preferensi konsumen, dan praktik bisnis berbeda dari satu negara ke negara lain, risikonya semakin besar, dan begitu pula komitmen Anda terhadap riset pasar. Apabila Anda memerlukan bantuan dalam riset pasar, maka tim Reasense siap membantu Anda sepenuhnya.

