0 Comments

Riset atau penelitian hadir dalam beragam bentuk, disesuaikan dengan tujuan, metode, dan bidang yang digarapnya. Memahami perbedaan antar jenis penelitian membantu kita memilih pendekatan yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan yang ingin dipecahkan. Berikut ini adalah uraian mengenai beberapa jenis penelitian yang umum dikenal.

Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah menggunakan pendekatan yang sistematis untuk menguji hipotesis. Sebelum menjalankan studi, para peneliti menyusun rencana investigasi secara matang, dan hasil temuan mereka kemudian diuji oleh rekan sejawat guna memastikan bahwa analisis yang dilakukan telah akurat dan dapat dipercaya.

Dalam ranah sains, terdapat jenis penelitian mendasar yang kerap disebut sebagai “sains dasar”. Sebagian besar penelitian yang dilakukan di lembaga riset medis masuk ke dalam kategori ini. Penelitian semacam ini bertujuan menggali wawasan serta informasi baru yang dapat dimanfaatkan oleh para ilmuwan dan peneliti medis di seluruh dunia.

Sebagai istilah, penelitian ilmiah sebenarnya sangat luas. Studi yang dilakukan bisa berbasis laboratorium, bersifat klinis, kuantitatif, ataupun kualitatif. Tak jarang, sebuah studi berpindah-pindah antara latar dan metode yang berbeda, seperti yang terjadi pada penelitian translasional.

Penelitian translasional membawa kajian dari lingkungan laboratorium menuju lingkungan tempat hasil riset tersebut akan memberikan dampak langsung. Contohnya, memindahkan ilmu dari bangku laboratorium (bench science) ke dalam situasi klinis.

Penelitian Historis

Penelitian historis berfokus pada kajian terhadap peristiwa masa lalu untuk mengetahui bagaimana peristiwa tersebut memengaruhi perjalanan waktu yang ada. Data historis juga digunakan untuk menjelaskan atau mengantisipasi kejadian di masa kini maupun masa depan, sekaligus mengisi kekosongan-kekosongan yang ada dalam catatan sejarah. Dengan menelaah peristiwa sosial-politik masa lampau, peneliti dapat menyusun dugaan tentang bagaimana peristiwa serupa bisa terjadi di masa depan.

Meski demikian, penelitian historis tidak selalu berorientasi ke depan. Jenis penelitian ini juga dapat difokuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suatu momen tertentu. Misalnya, membaca buku harian untuk memahami lebih dalam kehidupan di Inggris pada abad ke-14.

Dalam banyak hal, pekerjaan para analis data, keuangan, dan pemasaran juga dapat dianggap sebagai penelitian historis. Sebab, mereka menelaah tren masa lalu untuk meramalkan hasil di masa depan dan mengambil keputusan bisnis.

Riset Pengguna

Riset pengguna (user research) banyak diterapkan dalam bidang bisnis dan pemasaran untuk memahami basis pelanggan secara lebih mendalam. Para peneliti dan analis memanfaatkan survei, wawancara, serta saluran umpan balik untuk mengevaluasi keinginan, kebutuhan, dan motivasi dari klien maupun pelanggan mereka. Teknik riset pengguna juga dapat digunakan untuk mengamati bagaimana pelanggan merespons desain pengalaman pengguna (UX) suatu produk, sekaligus menguji efektivitas kampanye pemasaran.

Riset Pasar

Riset pasar menggunakan metode yang mirip dengan riset pengguna, tetapi bertujuan menelaah basis pelanggan dalam cakupan yang lebih luas. Studi tentang pasar ini berada pada titik temu antara tren ekonomi dan proses pengambilan keputusan oleh konsumen.

Salah satu manfaat utama riset pasar adalah membantu pelaku usaha tetap mengikuti perkembangan serta perubahan tren industri, sehingga strategi bisnis dapat disesuaikan dengan keadaan. Tujuan utamanya adalah menemukan keunggulan kompetitif dibandingkan bisnis lain. Para analis di bidang riset pasar dapat melakukan survei, diskusi kelompok terarah (focus group), ataupun analisis historis untuk meramalkan bagaimana suatu kelompok demografis akan bertindak dan berbelanja di masa mendatang.

Jenis Penelitian Lainnya

Dunia penelitian terus berkembang. Kemunculan teknologi-teknologi baru membuka cara-cara baru untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan, yang pada gilirannya memunculkan kebutuhan akan jenis penelitian yang berbeda. Selain itu, ada studi atau pertanyaan tertentu yang tidak mudah dijawab hanya dengan satu jenis penelitian, sehingga peneliti dapat mendekati hipotesis dari berbagai arah. Maka, muncullah jenis-jenis penelitian yang lebih spesifik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lebih kompleks.

Salah satu contohnya adalah penelitian multidisiplin, yang mempertemukan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan pada titik temu bidang mereka masing-masing. Lebih jauh, penelitian tidak terjadi di ruang hampa. Untuk mendorong komunikasi yang lebih baik antara peneliti dan masyarakat, muncul jenis penelitian yang menggabungkan ilmuwan dan orang awam sekaligus.

Contohnya adalah penelitian partisipatif berbasis komunitas, sebuah model penelitian yang adil dan penting, yang melibatkan kemitraan antara peneliti, komunitas, dan organisasi pada seluruh tahapan proses penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts